Pentingnya Media dan Teknologi dalam Pelayanan BK
Oleh : Tain 201331070
Bab I
Latar Belakang
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan
perwujudan terjadinya perubahan kearah positif budaya yang dimiliki oleh
manusia. Hal ini didasari pada sebuah keyakinan bahwa setiap hasil dari daya
yang dimiliki manusia baik cipta, rasa, karsa dan karya yang dikatakan sebagai
sebuah budaya dalam wujud teknologi akan meningkatkan produktifitas kerja
manusia. Dikatakan demikian karena teknologi tercipta sedianya akan mempermudah
serta meningkatkan efektifitas kerja manusia, sehingga manusia menjadi lebih
produktif dalam bekerja. Teknologi juga dapat dikatakan sebagai hasil budaya
manusia karena merupakan hasil dari gagasan manusia yang akhirnya melahirkan sebuah
karya dan dapat menunjang kehidupan manusia.
Salah satu bidang kehidupan manusia yang saat ini sedang
giat dalam menempatkan teknologi sebagai bagian penting dari proses dan program
kerjanya adalah bidang pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu bidang yang
mencoba meningkatkan peranan teknologi sebagai salah satu penunjang proses
peningkatan efektifitas hasil kerja melalui optimalisasi serapan peserta didik
terhadap materi pembelajaran dan pendidikan. Salah satunya diwujudkan dengan
pemanfaatan media-media pembelajaran berbasis komputer yang diharapkan dapat
menarik minat dan memotivasi peserta didik dalam pembelajaran. Seperti dengan
mulai diterapkannnya pembelajaran berbasis multimedia, e-learning serta
pemanfaatan beberapa aplikasi komputer dalam pembelajaran. Selain itu kini juga
semakin marak situs-situs internet yang menyediakan berbagai materi pelajaran
yang dapat diakses gratis maupun berbayar yang dapat menunjang ketercapaian
target kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik/ siswa.
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral pendidikan
juga tak luput dari sentuhan-sentuhan teknologi dalam pelaksanannya. Semakin
ditegaskannya peranan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan nasional
melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta penegasan
profesi bimbingan dan konseling dalam tatanan pedidikan formal (Abkin, 2008)
seharusnya menjadi rujukan utama para konselor[1][2] dalam mengoptimalkan peranan teknologi dalam setiap layanan
yang diberikan, baik itu secara klasikal, kelompok maupun dengan format
individual. Sehingga proses pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan
dapat memandirikan siswa dapat secara optimal tercapai melalui alat bantu
maupun layanan-layanan yang berbasis penggunaan media dan teknologi informasi.
Bab II
Kajian Pustaka
Media dan Teknologi dalam
pelayan BK sangat membantu dan berperan untuk menyelesaikan masalah klien atau
siswa, juga dapat pula dengan efektif membantu perkembangan individu siswa.
Media dan Teknoligi yang merupakan hasil dari sebuah
budaya manusia sangat membantu dalam dunia pendidikan umumnya, dan dalam BK
pada khususnya. Sebagai hasil budaya yang selayaknya
dapat membantu mempermudah kerja manusia, teknologi selayaknya menjadi enabler dimana yang seharusnya tidak
ada, dengan adanya teknologi bisa diwujudkan keberadannya[2][5]. Seperti kesulitan menemukan bibit padi yang unggul, dengan
adanya teknologi rekayasa geneTIa maka dimungkinkan diciptakannya bibit padi
berkualitas terbaik. Dalam bidang-bidang yang lain, teknologi juga diharapkan
memliki peran yang sama besarnya seperti yang dijelaskan diatas. Terutama dalam
dunia pendidikan dimana diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi
informasi diikuti pula dengan munculnya inovasi-inovasi baru dalam
pembelajaran. Sehingga, pada akhirnya upaya optimalisasi potensi peserta didik
dapat tercapai dengan baik.
Bab III
Media dan TI BK Sangat Berpengaruh dalam Pelayanan BK
1.
Pemanfaatan
Media dan Teknologi dalam dunia Pendidikan (Umum)
Teknologi informasi dalam pendidikan
mencakup setiap kemungkinan sarana (alat) yang dapat digunakan untuk menyajikan
informasi dalam pendidikan dan latihan. Ellington (1989) menyatakan bahwa
teknologi dalam pendidikan pada dasarnya adalah apa yang oleh teknologi
pendidikan dipopulerkan dengan nama alat bantu pandang dengar (audiovisual
aid). Selanjutnya dikembangkan dalam pembelajaran untuk pencapaian tujuan
pembelajaran tertentu. Teknologi dalam pendidikan merupakan perpaduan Aspek
Teoritis Dalam Pendidikan, Aspek Perangkat Keras (komponen yang
saling bergantung tetapi tidak berbeda satu sama lainnya) dan Aspek
Perangakat Lunak (berkenaan dengan benda yang dipakai pada perangkat
keras).
“Technology is a tool. A Means to
the end. Not the end in itself (anonymous).” Dalam konteks pendidikan,
sesungguhnya peran TI adalah sebagai “enabler” atau alat untuk
memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta
menyenangkan. TI adalah sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.
Dengan demikian, bila dilihat dari
sisi peran TI bagi guru, maka eLearning yang sesungguhnya adalah pemanfaatan TI
secara relevan dan tepat oleh guru untuk memungkinkan dirinya:
a. menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah
dan teman belajar.
b. dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar
kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.
Jika, pemanfaatan TI oleh guru
bertujuan hanya untuk mempermudah dirinya menyampaikan materi, dimana ia
sebagai satusatunya sumber informasi dan sumber segala jawaban, maka empat
keterampilan masyarakat abad 21 yang dicanangkan PBB di atas tidak akan
berhasil. (adaptasi dari Division of Higher Education, UNESCO, 2002).
Sementara itu, bila dilihat dari sisi peran TI bagi siswa, maka e-learning yang sesungguhnya adalah
pemanfaatan TI secara relevan dan tepat oleh guru untuk memungkinkan siswa:
a. menjadi partisipan aktif. Jika pemanfaatan TI dalam
pembelajaran masih membuat siswa tetap pasif, seperti guru mengajar dengan
menggunakan slide presentasi dimana yang masih dominan adalah dirinya, maka
sia-sialah teknologi tersebut digunakan.
b. menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan
serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli.
c.
belajar secara kolaboratif dengan
siswa lain.
2. Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Layanan
Bimbingan dan Konseling
Kenapa Media dan Teknologi dalam BK sangat bermanfaat, ini tidak lepas
dari tujuan BK yang di tunjang dengan keberadaan Media dan Teknologi.
Antara lain
tujuan BK yang di permudah dengan Teknologi dan Media anatara lain :
a. Untuk mempermudah konselor dalam
memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Kemudahan
akses dan penyimpanan serta pengolahan data yang didapat melalui penggunaan TI
menjadi alasan utama mudahnya konselor dalam memberikan layanan bagi peserta
didik.
b. Memberikan alat bantu baik bagi siswa maupun konselor dalam
upaya melakukan investigasi tentang minat, bakat, serta pilihan – pilihan
karir, statistik pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan untuk memperoleh
capaian karir tertentu serta mengintai kesempatan yang bisa didapat.
c. Membantu siswa dalam mencapai kesadaran diri, melakukan
eksplorasi diri, memecahkan masalah – masalah pribadi serta sosial dan mengembangkan
keterampilan dalam mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi.
d. Untuk meningkatkan minat atau daya tarik siswa terhadap
pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh konselor. Melalui
perangkat multimedia yang disajikan oleh konselor siswa akan tertarik untuk
memahami materi layanan yang tentunya penting bagi perkembangannya dalam
menjalani kehidupan secara mandiri.
e. Mempermudah akses siswa dalam memperoleh layanan bimbingan
dan konsleling serta berbagai macam sumber informasi yang penting bagi
pengenbangan diri siswa.
Tujuan-tujuan
diatas akan tercapai jika saja sistem serta manajemen instansi pendidikan
memberikan dukungan penuh bagi para konselor di lapangan dengan memberikan
sarana dan pra-sarana yang dibutuhkan. Selain itu, peningkatan kompetensi
sumber daya manusia BK (Konselor) terutama yang berkaitan dalam penggunaan alat
berteknologi tinggi baik software maupun
hardware juga sangat dibutuhkan.
Manfaat lain
Media dan Teknologi dalam BK yaitu :
Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dalam melakukan
bimbingan dan konseling dengan menggunakan TI. Manfaat yang dimaksud dijelaskan
sebagai berikut.
Bagi siswa sebagai subyek yang mendapatkan pelayanan bimbingan dan
konseling :
a.
Memicu ketertarikan minat siswa
untuk memanfaatkan (mingikuti) bimbingan dan konseling dengan penuh dukungan;
minat (interest), sikap (attitude), perhatian (attention), motivasi (motivation) sehingga merasa betah untuk
melibatkan diri dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang
dilaksanakan.
b.
Siswa memperoleh kemudahan proses,
efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan bimbingan dan konseling, karena
dengan menggunakan media berbasis YI dapat dihindarkan kebosanan akibat
monotonitas penerapan metode konvensional (Hartono, 2010:37-38).
Selain
siswa yang mendapatkan keuntungan, konselor juga dapat memperoleh keuntungan
dari penyelenggaraan bimbingan dan konseling berbantuan Teknologi dan
media, yatiu:
a.
Menjadikan konselor sebagai pribadi
yang terlatih, efektif dan efisisen dalam penggunaan Media dan Teknologi.
b.
Menjadikan konselor sebagai pendidik
yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi.
c.
Menjadikan konselor lebih terampil
terhadap tren penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling.
d.
Menjadikan konselor memiliki
kemampuan untuk menggunakan sumber – sumber teknologi lain yang dapat
dimanfaatkan dalam proses bimbingan dan konseling.
e.
Menjadikan konselor lebih tertarik
untuk mengembangkan perencanaan penggunaan teknologi dalam bimbingan dan
konseling.
f.
Meningkatkan kemampuan evaluasi
(assesment) terhadap efektifitas penggunaan media komputer dalam
penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
Beberapa keuntungan diatas menguatkan pendapat bahwa
pelayanan bimbingan dan konseling berbasis Teknologi dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling
pada siswa di sekolah.
Daftar Pustaka
Chaeruman, Uwes A. 2008. Mendorong Penerapan E-learning Di Sekolah. Disajikan dalam Seminar Pendidikan STKIP
Banten, 29 Desember 2008.
Cogoi, Cristina, dkk. 2008. E-Guidance & Virtual career development. Journal of Career Development. Iowa:
Sage.
Hartono. 2009. Efektifitas
Bimbingan Karier Berbantuan Komputer Terhadap Kemandirian Pengambilan Keputusan
Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Surabaya. Disertasi (tidak
diterbitkan). Malang: Universitas Negeri Malang.
Zamroni, Edris. 2011. Efektifitas Bimbingan Karir Berbasis ICT Untuk
Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Kelas X-4 SMA 1 Gebog Kudus Tahun
2010/2011. Skripsi (tidak diterbitkan). Kudus: Universitas Muria Kudus.
