Jumat, 20 Mei 2016

Pentingnya Media dan Teknologi dalam Bimbingan dan Konseling

Pentingnya Media dan Teknologi dalam Pelayanan BK
Oleh : Tain 201331070



Bab I
Latar Belakang

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan perwujudan terjadinya perubahan kearah positif budaya yang dimiliki oleh manusia. Hal ini didasari pada sebuah keyakinan bahwa setiap hasil dari daya yang dimiliki manusia baik cipta, rasa, karsa dan karya yang dikatakan sebagai sebuah budaya dalam wujud teknologi akan meningkatkan produktifitas kerja manusia. Dikatakan demikian karena teknologi tercipta sedianya akan mempermudah serta meningkatkan efektifitas kerja manusia, sehingga manusia menjadi lebih produktif dalam bekerja. Teknologi juga dapat dikatakan sebagai hasil budaya manusia karena merupakan hasil dari gagasan manusia yang akhirnya melahirkan sebuah karya dan dapat menunjang kehidupan manusia.
Salah satu bidang kehidupan manusia yang saat ini sedang giat dalam menempatkan teknologi sebagai bagian penting dari proses dan program kerjanya adalah bidang pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu bidang yang mencoba meningkatkan peranan teknologi sebagai salah satu penunjang proses peningkatan efektifitas hasil kerja melalui optimalisasi serapan peserta didik terhadap materi pembelajaran dan pendidikan. Salah satunya diwujudkan dengan pemanfaatan media-media pembelajaran berbasis komputer yang diharapkan dapat menarik minat dan memotivasi peserta didik dalam pembelajaran. Seperti dengan mulai diterapkannnya pembelajaran berbasis multimedia, e-learning serta pemanfaatan beberapa aplikasi komputer dalam pembelajaran. Selain itu kini juga semakin marak situs-situs internet yang menyediakan berbagai materi pelajaran yang dapat diakses gratis maupun berbayar yang dapat menunjang ketercapaian target kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik/ siswa.
Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral pendidikan juga tak luput dari sentuhan-sentuhan teknologi dalam pelaksanannya. Semakin ditegaskannya peranan bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan nasional melalui UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional serta penegasan profesi bimbingan dan konseling dalam tatanan pedidikan formal (Abkin, 2008) seharusnya menjadi rujukan utama para konselor[1][2] dalam mengoptimalkan peranan teknologi dalam setiap layanan yang diberikan, baik itu secara klasikal, kelompok maupun dengan format individual. Sehingga proses pelayanan bimbingan dan konseling yang diharapkan dapat memandirikan siswa dapat secara optimal tercapai melalui alat bantu maupun layanan-layanan yang berbasis penggunaan media dan teknologi informasi.


Bab II
Kajian Pustaka

Media dan Teknologi dalam pelayan BK sangat membantu dan berperan untuk menyelesaikan masalah klien atau siswa, juga dapat pula dengan efektif membantu perkembangan individu siswa.
Media dan Teknoligi yang merupakan hasil dari sebuah budaya manusia sangat membantu dalam dunia pendidikan umumnya, dan dalam BK pada khususnya. Sebagai hasil budaya yang selayaknya dapat membantu mempermudah kerja manusia, teknologi selayaknya menjadi enabler dimana yang seharusnya tidak ada, dengan adanya teknologi bisa diwujudkan keberadannya[2][5]. Seperti kesulitan menemukan bibit padi yang unggul, dengan adanya teknologi rekayasa geneTIa maka dimungkinkan diciptakannya bibit padi berkualitas terbaik. Dalam bidang-bidang yang lain, teknologi juga diharapkan memliki peran yang sama besarnya seperti yang dijelaskan diatas. Terutama dalam dunia pendidikan dimana diharapkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi diikuti pula dengan munculnya inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran. Sehingga, pada akhirnya upaya optimalisasi potensi peserta didik dapat tercapai dengan baik.


Bab III
Media dan TI BK Sangat Berpengaruh dalam Pelayanan BK

1.      Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam dunia Pendidikan (Umum)
Teknologi informasi dalam pendidikan mencakup setiap kemungkinan sarana (alat) yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam pendidikan dan latihan. Ellington (1989) menyatakan bahwa teknologi dalam pendidikan pada dasarnya adalah apa yang oleh teknologi pendidikan dipopulerkan dengan nama alat bantu pandang dengar (audiovisual aid). Selanjutnya dikembangkan dalam pembelajaran untuk pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Teknologi dalam pendidikan merupakan perpaduan Aspek Teoritis Dalam Pendidikan, Aspek Perangkat Keras (komponen yang saling bergantung tetapi tidak berbeda satu sama lainnya) dan Aspek Perangakat Lunak (berkenaan dengan benda yang dipakai pada perangkat keras).
Technology is a tool. A Means to the end. Not the end in itself (anonymous).” Dalam konteks pendidikan, sesungguhnya peran TI adalah sebagai “enabler” atau alat untuk memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta menyenangkan. TI adalah sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.
Dengan demikian, bila dilihat dari sisi peran TI bagi guru, maka eLearning yang sesungguhnya adalah pemanfaatan TI secara relevan dan tepat oleh guru untuk memungkinkan dirinya:
a.    menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar.
b.    dapat memberikan pilihan dan tanggung jawab yang besar kepada siswa untuk mengalami peristiwa belajar.

Jika, pemanfaatan TI oleh guru bertujuan hanya untuk mempermudah dirinya menyampaikan materi, dimana ia sebagai satusatunya sumber informasi dan sumber segala jawaban, maka empat keterampilan masyarakat abad 21 yang dicanangkan PBB di atas tidak akan berhasil. (adaptasi dari Division of Higher Education, UNESCO, 2002). Sementara itu, bila dilihat dari sisi peran TI bagi siswa, maka e-learning yang sesungguhnya adalah pemanfaatan TI secara relevan dan tepat oleh guru untuk memungkinkan siswa:
a.    menjadi partisipan aktif. Jika pemanfaatan TI dalam pembelajaran masih membuat siswa tetap pasif, seperti guru mengajar dengan menggunakan slide presentasi dimana yang masih dominan adalah dirinya, maka sia-sialah teknologi tersebut digunakan.
b.    menghasilkan dan berbagi (sharing) pengetahuan/keterampilan serta berpartisipasi sebanyak mungkin sebagaimana layaknya seorang ahli.
c.    belajar secara kolaboratif dengan siswa lain.

2.      Pemanfaatan Media dan Teknologi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling

Kenapa Media dan Teknologi dalam BK sangat bermanfaat, ini tidak lepas dari tujuan BK yang di tunjang dengan keberadaan Media dan Teknologi.
Antara lain tujuan BK yang di permudah dengan Teknologi dan Media anatara lain :
a. Untuk mempermudah konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik. Kemudahan akses dan penyimpanan serta pengolahan data yang didapat melalui penggunaan TI menjadi alasan utama mudahnya konselor dalam memberikan layanan bagi peserta didik.
b.    Memberikan alat bantu baik bagi siswa maupun konselor dalam upaya melakukan investigasi tentang minat, bakat, serta pilihan – pilihan karir, statistik pekerjaan dan pendidikan yang dibutuhkan untuk memperoleh capaian karir tertentu serta mengintai kesempatan yang bisa didapat.
c.    Membantu siswa dalam mencapai kesadaran diri, melakukan eksplorasi diri, memecahkan masalah – masalah pribadi serta sosial dan mengembangkan keterampilan dalam mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi.
d.    Untuk meningkatkan minat atau daya tarik siswa terhadap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh konselor. Melalui perangkat multimedia yang disajikan oleh konselor siswa akan tertarik untuk memahami materi layanan yang tentunya penting bagi perkembangannya dalam menjalani kehidupan secara mandiri.
e.    Mempermudah akses siswa dalam memperoleh layanan bimbingan dan konsleling serta berbagai macam sumber informasi yang penting bagi pengenbangan diri siswa.

Tujuan-tujuan diatas akan tercapai jika saja sistem serta manajemen instansi pendidikan memberikan dukungan penuh bagi para konselor di lapangan dengan memberikan sarana dan pra-sarana yang dibutuhkan. Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia BK (Konselor) terutama yang berkaitan dalam penggunaan alat berteknologi tinggi baik software maupun hardware juga sangat dibutuhkan.

Manfaat lain Media dan Teknologi dalam BK yaitu :
Ada beberapa manfaat yang bisa didapat dalam melakukan bimbingan dan konseling dengan menggunakan TI. Manfaat yang dimaksud dijelaskan sebagai berikut.
Bagi siswa sebagai subyek yang mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling :
a.         Memicu ketertarikan minat siswa untuk memanfaatkan (mingikuti) bimbingan dan konseling dengan penuh dukungan; minat (interest), sikap (attitude), perhatian (attention), motivasi (motivation) sehingga merasa betah untuk melibatkan diri dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan.
b.         Siswa memperoleh kemudahan proses, efisiensi waktu dan tenaga dalam kegiatan bimbingan dan konseling, karena dengan menggunakan media berbasis YI dapat dihindarkan kebosanan akibat monotonitas penerapan metode konvensional (Hartono, 2010:37-38).
Selain siswa yang mendapatkan keuntungan, konselor juga dapat memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan bimbingan dan konseling berbantuan Teknologi dan media, yatiu:
a.         Menjadikan konselor sebagai pribadi yang terlatih, efektif dan efisisen dalam penggunaan Media dan Teknologi.
b.         Menjadikan konselor sebagai pendidik yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
c.         Menjadikan konselor lebih terampil terhadap tren penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling.
d.         Menjadikan konselor memiliki kemampuan untuk menggunakan sumber – sumber teknologi lain yang dapat dimanfaatkan dalam proses bimbingan dan konseling.
e.         Menjadikan konselor lebih tertarik untuk mengembangkan perencanaan penggunaan teknologi dalam bimbingan dan konseling.
f.          Meningkatkan kemampuan evaluasi (assesment) terhadap efektifitas penggunaan media komputer dalam penyelenggaraan bimbingan dan konseling.
Beberapa keuntungan diatas menguatkan pendapat bahwa pelayanan bimbingan dan konseling berbasis Teknologi dapat meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling pada siswa di sekolah.


Daftar Pustaka
Chaeruman, Uwes A.  2008. Mendorong Penerapan E-learning Di Sekolah. Disajikan dalam Seminar Pendidikan STKIP Banten, 29 Desember 2008.
Cogoi, Cristina, dkk. 2008.  E-Guidance & Virtual career development. Journal of Career Development. Iowa: Sage.
Hartono. 2009. Efektifitas Bimbingan Karier Berbantuan Komputer Terhadap Kemandirian Pengambilan Keputusan Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Surabaya. Disertasi (tidak diterbitkan). Malang: Universitas Negeri Malang.
Zamroni, Edris. 2011. Efektifitas Bimbingan Karir Berbasis ICT Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Kelas X-4 SMA 1 Gebog Kudus Tahun 2010/2011. Skripsi (tidak diterbitkan). Kudus: Universitas Muria Kudus.